ININNAWA
Review Film

Hidup dan Mati Chico Mendes

oleh Lalu Yazid Sururi

Selasa 6 Maret 2007

Film ini diilhami dari kisah nyata seorang pahlawan pelestari lingkungan hidup di hutan raya Amazon di Brazil, Chico Mendes. Ia melakukan pengorganisasian masyarakat, melawan aksi penggundulan hutan dan memperjuangkan hak pengelolaan hutan bagi masyarakat sekitar.

Judul : The Burning Season (The Life and Death of Chico Mendes)
Dibintangi oleh : Raul Julia, Sonia Braga, Kamala Lopez- Dawson, Luis Guzman, Nigel Havers
Sutradara : John Frankenheimer
Produser : David Puttnam, Tom Hammel, John Frankenheimer
Genre : Drama, Adaptation and Biopic
Durasi : 2 hrs. 7 min.

Mulanya ia hanyalah seorang remaja buta-huruf, bekerja dan hidup sebagai penyadap karet. Kerja yang diwariskan ayahnya. Sejak kecil ia menyaksikan penderitaan dan tekanan yang dihadapi para penyadap. Pengusaha lintah darat menjadikan mereka sapi perah, mencari untung sebanyak-banyaknya sementara para penyadap tetap hidup dalam kemiskinan dan kebodohan.

Tak ingin masyarakatnya terus dibodohi, Chico mendidik dan memberikan penyadaran kepada masyarakatnya atas hak-hak mereka. Ia sadar arti penting pendidikan, apapun bentuknya. ‘seratus orang tak berpendidikan hanyalah gerombolan, sementara seorang terpelajar bisa menjadi awal sebuah pergerakan!’

Chico terpilih sebagai presiden serikat pekerja Xapuri, menggantikan pendahulunya, Wilson Pinhiero, yang terbunuh atas tindakannya yang dianggap mengancam kepentingan pemerintah yang korup dan para pengusaha rakus. Ia giat melakukan pengorganisasian masyarakat memprotes kebijakan pemerintah serta keinginan segelintir pengusaha untuk membangun jalan dan peternakan dengan menggunduli hutan. Ia memperkenalkan strategi perlawanan tanpa kekerasan, empate. Aksi massa ratusan orang, laki, perempuan bahkan anak-anak, mendatangi para penebang dan mendorong mereka untuk menghentikan aktifitas penebangan.

Chico terbunuh oleh penembak misterius didepan rumahnya. Ia meninggalkan seorang istri Ilzamar dan dua orang anaknya yang masih belia, Elnira dan Sandino. Ia tahu tindakannya sangat beresiko menjembput ajalnya. Akan tetapi, ia lebih memilih jalan itu, jika itu yang akan menghentikan pembunuhnya melakukan pembunuhan. (Jrw)

Film ini bisa ditemukan di rak perpustakaan Rumah KaMu.

Halaman Depan | Kontak | Peta Situs | Area pribadi | Statistik | kunjungan: 44719

Situs dibuat dengan SPIP 1.9.2 + ALTERNATIVES

     RSS id RSSBiblioholic RSSBiblio Artikelholic   ?

Creative Commons License