ININNAWA

PROFIL: Sekilas tentang Penerbit Ininnawa

Selasa 6 Maret 2007

Penerbit Ininnawa berupaya menghadirkan sumber bacaan yang mengajak manusia-manusia Sulawesi Selatan untuk mengenali diri mereka lebih jauh dan lebih dalam, baik melalui karya asli penulis domestik maupun karya terjemahan dari penulis dan peneliti asing. Pun berusaha untuk memperkenalkan karya dan penulis potensial dari Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Penerbit Ininnawa berdiri tahun 2004 dan berada di bawah naungan Komunitas Ininnawa. Hingga ini, beberapa terbitan Penerbit Ininnawa antara lain: Warisan Arung Palakka (2004), Tragedi Minamata (2004), Kupu-kupu dalam Kotak Kaca (2004), Sajak dengan Huruf Tak Cukup (2004), Hujan Rintih-rintih (2004), Keterbelakangan dan Ketergantungan: Teori Pembangunan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand (2005), Perempuan yang Mencintai Still Got the Blues (2005), Tapak-tapak Waktu (2005) Kepingan Mozaik Sejarah Budaya Sulawesi Selatan (2005), Makassar Nol Kilometer (2005), Jagad Maritim (2006), dan Syair Perang Mengkasar (2007—segera terbit).

Perjuangan literatur pun diupayakan oleh Penerbit Ininnawa dengan mengadakan pelatihan bagi penulis generasi baru Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2005 lalu, Penerbit Ininnawa telah menggelar pelatihan menulis sejenis sebanyak 3 kali.

Pertama, pelatihan menulis dan mencatat keseharian Makassar yang ada di lingkungan sekitar yang kemudian tulisan-tulisan itu dikemas menjadi buku Makassar Nol Kilometer (MKS&Ininnawa, 2005). Kedua, pelatihan berikutnya bertema menulis prosa yang melahirkan kumpulan cerita pendek tentang Sulawesi Selatan Setapak Salirang (Insist Press, 2005). Sementara pada November 2006, program Perempuan Menulis Novel digelar.

Di luar aktivitas publikatif, Penerbit Ininnawa juga menggelar acara bedah buku yang dianggap penting diperkenalkan kepada khalayak di Sulawesi Selatan dan sekitarnya seperti diskusi maraton Manusia Bugis (Nalar 2005) yang dilaksanakan selama 3 hari di Gedung PKP Unhas Maret 2006 dengan menghadirkan para cendikia muda membahas kekinian budaya Bugis.

Penerbit Ininnawa pun ikut mendukung lahirnya situs Panyingkul pada Juli 2005 lalu. Panyingkul ini merupakan sebuah website yang bergenre jurnalisme orang biasa (citizen journalism), yang berupaya memberdayakan warga biasa untuk menulis peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar mereka.

Buku-buku Ininnawa yang Segera Terbit Syair Perang Mengkasar; buku yang diterbitkan Ininnawa atas kerjasama KITLV Jakarta ini merupakan reportase sastrawi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar Perang Mengkasar yang kemudian mengakibatkan kejatuhan Kerajaan Gowa sebagai salah satu kerajaan terbesar Nusantara di abad XVII. Reportase ini menjadi istimewa karena ditulis langsung oleh Enci’ Amin, juru tulis Sultan Hasanuddin.